Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspirasi. Tampilkan semua postingan

'Toleransi' ala pak mario

0 comments


mengutip kata-kata beliau dr sebuah artikel yg saya baca:

“Saudara-saudara kita sesama muslim masih terlalu asyik dengan dunianya sendiri dan bergaul hanya pada lingkungannya sendiri. Malah yang lebih memprihatikan, dengan sesama muslim kalau ngundang pembicara dia tanya dulu, “Orang itu madzhabnya apa ?.” Dia tidak akan menerima orang yang tidak satu madzhab, satu aliran, dengannya. Padahal dinegara-negara maju sudah menjadi pemandangan yang biasa orang-orang Yahudi mengundang pembicara Islam, Hindu atau Kristiani, atau sebaliknya.
Mereka sudah mantap dengan iman mereka sehingga mereka tidak khawatir dengan pembicara yang datang dari luar komunitas mereka. Mereka sangat yakin, bahwa dengan cara demikian (menghadirkan pembicara “orang luar”), mereka dapat memperkaya wacana dan kehangatan batin. Kita, atau persisnya sebagian umat Islam, lupa bahwa salah satu cara mensyukuri perbedaan ditunjukkan bukan pada lisan akan tetapi dengan mendengarkan pendapat orang lain yang beda keyakinan agamanya.”

dan ucapannya yang lain:

“Buat saya, ketika kita betul-betul dengan sadar sesadarnya mengatakan “ya !” terhadap keberadaan dan keesaan Allah (laa ilaaha illallaah; red) kita tak perlu repot-repot lagi memikirkan lebel-lebel formal ketuhanan. Pokoknya terus berlaku jujur, menjaga kerahasiaan klien, menganjurkan yang baik, menghindarkan perilaku, sikap dan pikiran buruk, saya rasa ini semua pilihan orang-orang beriman. Itu alasan pertama.
Alasan kedua, Islam itu agama rahmat untuk semesta alam loch. Berislam itu mbok yang keren abis gitu loch ! Maksudnya jadi orang Islam mbok yang betul-betul memayungi (pemeluk) agama-agama lain. Agama kita itu sebagai agama terakhir dan penyempurna bagi agama-agama sebelumnya. Agama kita puncak kesempurnaan agama loch. Dan karenanya kita harus tampil sebagai pembawa berita bagi semua. Kita tidak perlu mengunggul-unggulkan agama kita yang memang sudah unggul dihadapan saudara-saudara kita yang tidak seagama dengan kita. Bagaimana Islam bisa dinilai baik kalau kita selaku muslim lalu merendahkan agama (dan pemeluk) agama lain.”

Jadi jangan sok udah berislam “secara baik” tapi ga pernah menghargai perbedaan. Benar kata pak mario Bagaimana Islam bisa dinilai baik kalau kita selaku muslim lalu merendahkan agama (dan pemeluk) agama lain. Ambil contoh kecil kalo kita merendahkan teman kita sendiri tentu saja teman kita otomatis menjauhi kita..

Terakhir beliau berkata :

“Masih banyak orang yang salah faham terhadap Islam. Ada satu pengalaman yang mengherankan sekaligus membuat saya prihatin. Dalam satu seminar di acara coffee break isteri saya didatangi salah seorang peserta penganut agama Kristen yang taat. Masih kepada isteri saya, orang itu memberi komentar bahwa saya menerapkan ajaran Injil dengan baik. Lalu dengan lembut, penuh kehati-hatian, isteri saya memberitahu bahwa saya seorang muslim. Sontak orang itu terperanjat saat mengetahui bahwa saya seorang muslim. Yang membuat isteri saya (dan kemudian juga saya) prihatin adalah ucapannya, “Loch, koq ada ya orang Islam yang baik macam Pak Mario !?” Saya pun terkekeh mendengarnya. Nah ini kritik dan sekaligus menjadi tugas kita semua untuk memperbaiki citra Islam.”

Sourch: Metrotv.com

Semoga bermanfaat :)

::sebuah renungan::

8 comments

Kami sulit menahan pandangan mata
ketika melihat kalian,
apalagi jika kalian diamanahkan ALLAH
kecantikan dan postur yang ideal, kami
semakin susah untuk menolak agar tidak
melihat kalian, karena itu lebarkanlah
pakaian kalian, dan tutupilah rambut
hingga ke dada kalian dengan
kerudung yang membentang.

Kami juga sulit menahan pendengaran
kami ketika berbicara dengan kalian,
apalagi jika kalian diamanahkan
oleh ALLAH suara yang merdu dengan irama
yang mendayu, karena itu tegaskanlah
suara kalian, dan berbicaralah
seperlunya.
Kami juga sulit menahan
bayangan-bayangan hati kalian, ketika
kalian dapat menjadi
tempat mencurahkan isi hati kami, waktu
luang kami akan sering terisi oleh
bayangan-bayangan kalian, karena itu
janganlah kalian membiarkan kami menjadi
curahan hati bagi kalian.

Kami tahu kami paling lemah bila harus berhadapan dengan kalian,
Kekerasan hati kami dengan mudah bisa luluh hanya dengan senyum kalian,
Hati kami akan bergetar ketika mendengar kalian menangis,
Sungguh ALLAH telah memberikan amanah terindah kepada kalian,
maka jagalah jangan sampai ALLAH murka dan memberikan keputusan.

Maha Besar ALLAH yang tahu akan kelemahan hati kami,
hanya dengan ikatan yang suci dan yang diridhoi-Nya kalian akan halal bagi kami.

"Lalu apa yang telah aku lakukan selama
ini...
Ya Rabb...tolong ampuni aku...untuk
setiap pandangan yang tak terjaga,
lisan yang merayu dan hati yang tak
terhijab...
Ya Rabb...Engkau mengawasi kami tiap detik, karena kasih sayangMu kepada kami
engkau perintahkan malaikat silih berganti menemani kami siang dan malam..."

*copas*semoga bermanfaat
indahnya memiliki teman yg saling mengingatkan dalam kebaikan ٩(◕̮̮̃◕̃)۶

sibuk yang malas

0 comments

Saya adalah seorang mahasiswa biasa. Saya tertarik dalam bidang olahraga, keorganisasian, membaca buku(kalaw lg g badmood,hehe). Selain itu saya senang mengikuti training ataupun seminar (yang pastinya bermanfaat), namun terkadang saya menjumpai sebagian dari teman saya ketika ditanya “kenapa tidak ikut organisasi?” beberapa menjawab sibuk sekali, sehingga tidak bisa ikut ataupun bahkan tidak tertarik. Ada yang bilang sibuk kuliah, ada yang bilang tugas numpuk(emang bner sih), ada yang bilang sibuk kegiatan dirumah, sibuk jalan-jalan, sibuk pacaran(loohh??).. Sebetulnya sibuk itu bagus juga.. Cuma apakah sibuk tadi memang benar-benar sibuk yang menghasilkan ataukah sibuk pelarian?? Dari sebuah artikel yang pernah saya baca dan juga saya alami dulunya, saya menyibukkan diri dengan segala macam kegiatan. Setiap hari dari pagi sampe sore, waktu saya baru-baru masuk bangku SMK, saya menyibukkan diri ketika pulang sekolah bersama teman2 seperti ngumpul dpasar, terminal,dll(maklum waktu itu saya baru abg!.hhe) jadi pulang sekolah saya janjian, menyibukkan diri dengan kegiatan yang sebetulnya saya cuma gitu-gitu aja. Saya sibuk seperti itu karena saya menghindari sesuatu yang saya tidak ingin hadapi, sebuah kenyataan bahwa saya belum siap untuk menghadapi sistem yang ada disekolahan. Untunglah itu dulu, kalo sekarang, saya sudah menyadarinya beberapa tahun lalu. Sadar saya temukan ketika semua itu hanya sibuk fiktif ternyata sibuk yang direkayasa oleh saya sendiri.

Mengutip dari orang bijak; Yang menjadi ukuran malas adalah apa yang dianggap penting jauh di dalam lubuk hati mereka, tetapi mereka hindari. Kata Robert T Kiyosaki,”Obat untuk kemalasan adalah sedikit ketamakan.” Seringkali kita mendengar dikatakan bahwa “orang tamak adalah orang yang jahat”. Namun di dalam diri kita semua ada nafsu/hasrat untuk memiliki barang-barang baru atau bagus atau hal-hal yang menyenangkan. Jadi agar hasrat itu tetap terkendali, orang tua kita kerap kali menemukan cara-cara untuk menekan hasrat itu dengan cara menciptakan rasa bersalah. Jadi setiap kali anda mendapati diri anda menghindari sesuatu yang anda tau seharusnya anda lakukan, maka satu-satunya hal yang anda tanyakan pada diri sendiri adalah “apa untungnya untuk saya?” bersikaplah sedikit tamak. Itulah obat yang terbaik untuk kemalasan. akan tetapi seperti hal lainnya, ketamakan yang berlebihan adalah tidak baik.
Menurut saya pribadi, bagaimana menghilangkan kemalasan kita adalah haruslah mempunyai alasan yang sangat kuat. Temukan alasan yang sangat kuat dalam diri Anda.
Yah, sekian sharing tentang orang sibuk seringkali orang yang paling malas. Ini belum tentu benar, ada orang yang memang benar-benar sibuk mengejar impian mereka. Yang penting jangan masuk kategori SMS saja
Sibuk
Miskin
Sombong…
ihikhik

Pit Stop Kehidupan

0 comments



Sekali-kali simaklah pertunjukkan balap mobil Formula Satu di televisi. Semua pembalap berlomba memenangkan pertandingan, memacu mobilnya dengan kencang. Ternyata, hal terpenting dalam strategi untuk memenangkan perlombaan adalah Pit-Stop (berhenti sejenak). Tak seorang pembalap, betapapun kencangnya mereka melaju, bisa memenangi lomba tanpa mengambil sekali Pit-Stop.

Dalam Pit-Stop, para pembalap melakukan penyegaran, menerima arahan, melakukan perbaikan mesin, mengisi tangki bensin, mengganti ban, dan berangkat lagi dalam keadaan segar dan semangat baru. Lomba Formula Satu adalah soal adu kecepatan dan strategi. Dan kemenangan sering ditentukan oleh soal penentuan waktu serta manajemen Pit-Stop itu.

Dalam kehidupan kita sehari-hari, Pit-Stop dapat mewujud dalam berbagai bentuk. Mengikuti pelatihan atau pencerahan. Membaca buku yang mencerahkan. Berdoa dengan penuh sungguh-sungguh. Istirahat makan siang. Melakukan obrolan dengan sahabat maupun saudara. Pit-Stop membantu kita dalam meraih kehidupan yang utuh.

Banyak orang yang kelihatannya terlalu sibuk. Mereka bekerja begitu keras untuk meraih kesuksesan hidup. Namun yang terjadi, banyak diantara mereka bagai kelelawar yang terbang di siang hari. Begitu banyak sinar matahari namun justru sang kelalawar tak mampu melihat.

Mereka yang terlalu sibuk tak mampu melihat kehebatan dan polah tingkah lucu buah hatinya. Mereka tak tahu betapa dalam cinta dan perhatian pendamping hidupnya kepada mereka. Mereka tak menyadari begitu banyak inspirasi kehidupan baru yang berada di sekitarnya. Bahkan terkadang mereka tak menyadari dan tak tahu siapa dirinya. Mereka begitu sibuk, namun justru tak mampu memahami apa makna hidup yang sesungguhnya.

Bila kita terlalu sibuk, kita akan lupa untuk menikmati hidup. Kita banyak melakukan kegiatan namun kita lupa apa yang kita lakukan dan untuk apa kita melakukannya. Kita hanya melakukannya, tapi tanpa hati. Kita hanya melakukannya, tapi tanpa visi. Kita hanya melakukannya, tapi tanpa jiwa. Walau kita sibuk namun hidup kita kering dan gersang.

Saatnya kita melakukan Pit-Stop. Renungkanlah untuk apa kita hidup? Mau kemana setelah kehidupan? Apa yang anda lakukan selama ini? Dan hal terbaik apa yang pernah anda berikan kepada keluarga, sahabat maupun orang terdekat lainya.

Kunjungilah orang tua anda. Berceritalah tentang pengalaman membahagiakan bersama mereka. Tanyalah masa kanak-kanak kita yang membuat mereka bahagia. Minta izinlah untuk tidur dipangkuannya. Mohonlah agar tangannya yang telah keriput membelai dan mengusap wajah anda. Ciumilah tangan yang dulu pernah memandikan dan menggendong anda.

Luangkanlah waktu sejenak (Pit-Stop) untuk mendengarkan celoteh dan cerita adik kita dengan penuh perhatian. Antarkan dan dampingi mereka ke tempat yang mereka amat senangi. Bermainlah petak umpet bersama mereka. Berperilakulah seolah-olah kita adalah teman sepermainannya.

Begitu pula kunjungilah sahabat-sahabat anda, guru sekolah maupun guru kehidupan anda. Kunjungi pula orang-orang yang berjasa dalam hidup anda. Kunjungi tetangga anda, Dan jangan lupa, kunjungi dan tengoklah rumah ibadah yang juga merindukan kehadiran anda.

Lakukanlah Pit-Stop, maka hidup anda akan semakin bermakna. Keberadaan anda dirindukan orang-orang di sekitar anda. Pit-Stop menjadikan hidup kita lebih hidup.


dikutip dari sebuah email yang dikirimkan kepada saya..

*semoga bermanfaat babai

marah yang bermanfaat

0 comments

Saat ini tampaknya banyak orang yang mudah marah atau terpancing emosinya. Bisa jadi marah karena masalah yang besar atau bahkan marah karena hal yang sepele. Contoh yang dapat kita lihat dalam kehidupan sehari hari misalnya adalah kemarahan di jalan raya. Seseorang yang sedang berkendara atau berjalan kaki, yang semula tenang dapat berubah dan marah2 karena ada pengendara lain yang memotong jalan atau hampir menabraknya. Kejadian yang lebih parah adalah ketika akhirnya hari itu menjadi kacau akibat kemarahan tersebut.

Pertanyaan yang muncul adalah;

o> apakah seseorang tidak boleh marah?

o> Apakah amarah selalu berakibat buruk?

Jawabannya adalah seseorang boleh saja marah dan amarah tidak selalu harus berakibat buruk. Tetapi bagaimana caranya agar amarah tidak membuat kacau dan justru malah bermanfaat bagi seseorang? Ini yang perlu kita pelajari..
Amarah adalah salah satu bentuk emosi yang dimiliki oleh seseorang. Emosi sendiri memiliki kekuatan yang sangat dahsyat untuk membangun atau menghancurkan kehidupan seseorang(bukan begitu?). Ketika emosi dikelola dengan baik, kekuatannya dapat membangun kehidupan seseorang menjadi lebih baik, tetapi begitu juga sebaliknya.
Marah yang bermanfaat adalah marah yang tepat dan sudah dikelola dengan baik. Hal ini jelas tidak mudah, butuh waktu, kesabaran dan hati yang lapang, tapi bukan berarti tidak dapat dilakukan. Penasaran??pingin tau solusinya, ini dia..topi
Langkah pertama yang perlu dilatih terus menerus adalah menyadari ketika kita merasa marah. Sadari bahwa saat ini aku sedang marah!. Proses menyadari adalah langkah awal untuk mengendalikan dan mengelola amarah.
Setelah menyadari, seseorang perlu memahami dan menerima alasan kenapa ia marah. Inilah langkah yang kedua, proses memahami dan menerima bahwa ada sesuatu yang membuatnya marah. Termasuk dalam proses memahami adalah mengevaluasi penyebab kemarahannya. Contoh sederhana..
Seorang Ibu yang baru pulang bekerja mulai merasa marah ketika anaknya yang masih balita merengek – rengek padanya, padahal ia merasa sangat lelah. Ibu ini dapat saja langsung memarahi anaknya dan meminta anaknya untuk tidak mengganggunya. Tetapi hal tersebut dapat berbuntut anak tambah menangis dan si Ibu semakin frustasi(capee deh).
Ketika si Ibu mau mencoba menyadari, kemudian mencoba memahami kejadian tersebut, ia akan dapat melihat bahwa anaknya merengek – rengek bukan karena nakal, tetapi anaknya rindu padanya.
Berdasarkan kisah dari beberapa orang, terungkap bahwa terkadang sesuatu yang membuat marah justru punya alasan atau maksud yang berbeda. Banyak yang menyesal karena sudah marah – marah untuk alasan yang tidak tepat, misalnya marah karena ada orang yang menunjuk – nunjukkan jari padanya, padahal orang tersebut bermaksud memberitahu bahwa ada bahaya yang mengancamnya dari belakang(misal ’kereta api melintas’, hehe). Alasan sebenarnya inilah yang perlu kita pahami agar tidak asal marah dan buang – buang energi.
Langkah yang ketiga adalah mengelola atau mengekspresikan amarah dengan tepat. Jika kita punya alasan yang tepat, misalnya bukan hanya meluapkan emosi, tetapi juga demi pembelajaran bagi orang lain, kita dapat mengungkapkan kemarahan kita. Kemarahan yang bermanfaat tentu saja bukan kemarahan yang ingin membalas atau menyakiti orang lain, melainkan marah yang mendidik dan membangun.
Cara lain yang dapat kita lakukan adalah mengelola dengan mengubah amarah yang kita rasakan menjadi hal yang positif bagi diri kita. Kita dapat mencoba melihat sisi positif dari kejadian yang membuat kita marah, mengambil hikmah atau pembelajaran dari kejadian tersebut.
Kita juga dapat mengubah energi kemarahan yang kita rasakan menjadi energi yang dapat memotivasi kita melakukan hal yang bermanfaat. Daripada marah – marah pada pengendara motor yang memotong jalan dan sudah tidak tampak lagi, lebih baik energi yang ada digunakan untuk lebih waspada, mencermati jalan, menyalurkan hobi menyanyi, atau hal lainnya.

Intinya adalah jangan terjebak pada kemarahan yang dapat merusak hari dan diri kita, tetapi manfaatkanlah kemarahan dengan cara yang tepat. Sadari, pahami dan kelola dengan tepat emosi marah yang kita rasakan karena kemampuan ini adalah bagian dari kecerdasan emosi yang kita miliki.

*rahasia orang yang awet muda antaralain tidak mudah marah-marah.
sayapun menyadari bahwa pada kenyataannya mengontrol emosi itu sulit adanya, dengan belajar(secara continue) apa sih yang tak bisa. bagaimana dengan anda, ingin awet muda jg bukan???
love

Laskar pelangi

0 comments

Sudahkah anda membaca trilogy laskar pelangi?isi buku ini sangatlah menginspirasi..
Begitu banyak hal menakjubkan yang terjadi dalam masa kecil para anggota Laskar Pelangi. Sebelas orang anak Melayu Belitong yang luar biasa ini tak menyerah walau keadaan tak bersimpati pada mereka. Tengoklah Lintang, seorang kuli kopra cilik yang genius dan dengan senang hati bersepeda 80 kilometer pulang pergi untuk memuaskan dahaganya akan ilmu-bahkan terkadang hanya untuk menyanyikan Padamu Negeri di akhir jam sekolah. Atau Mahar, seorang pesuruh tukang parut kelapa sekaligus seniman dadakan yang imajinatif, tak logis, kreatif, dan sering diremehkan sahabat-sahabatnya, namun berhasil mengangkat derajat sekolah kampung mereka dalam karnaval 17 Agustus. Dan juga sembilan orang Laskar Pelangi lain yang begitu bersemangat dalam menjalani hidup dan berjuang meraih cita-cita. Selami ironisnya kehidupan mereka, kejujuran pemikiran mereka, indahnya petualangan mereka, dan temukan diri Anda tertawa, menangis, dan tersentuh saat membaca setiap lembarnya.

*Selamat membaca..
:astig: